Majas – Pengertian, Jenis dan contohnya

Posted on

Majas – Pengertian, Jenis dan contohnya

 

majas
majas

 

Terdapat beberapa jenis kalimat yang biasa dikenal dalam bahasa Indonesia. Diantaranya yang biasa dipakai adalah majas. Majas itu mempunyai ciri yang khas dalam gaya bahasa yang digunakan. Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan tentang majas dibawah ini.

 

Pengertian Majas

Majas yaitu gaya bahasa yang dipakai oleh penulis yang bersifat imajinatif dan kiasan atau bermakna konotasi sehingga memberikan efek emosional dan karya sastra tersebut terasa lebih hidup.

 

Jenis –Jenis Majas beserta Contoh

Jenis – jenis majas terbagi menjadi empat kelompok yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegasan. Untuk lebih jelas, ulasannya sebagai berikut.

  1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa untuk membandingkan suatu objek dengan objek lainnya dengan cara penyamaan, pelebihan atau penggantian. Majas perbandingan terbagi menjadi 10 jenis sebagai berikut :

  • Majas Metafora

Majas metafora yaitu majas yang menggunakan objek yang bersifat sama dengan suatu pesan yang ingin disampaikan dengan cara ungkapan.

Contohnya : Pak Joko merupakan tangan kanan pak camat ( tangan kanan ini merupakan ungkapan bagi orang yang dipercaya atau orang yang setia).

  • Majas Personifikasi

Majas personifikasi yaitu majas menggunakan gaya bahasa yang pengungkapannya menggantikan fungsi benda mati yang bisa seperti sikap manusia.

Contohnya : Daun kelapa itu seakan melambai padaku dan mengajakku bermain di pantai.

  • Majas Hiperbola

Majas hiperbola yaitu majas menggunakan gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan kesan berlebihan serta hampir tidak masuk akal.

Contohnya : orang tua itu memeras keringat supaya anaknya bisa terus bersekolah (memeras keringat artinya bekerja dengan keras)

  • Majas Asosiasi

Majas asosiasi yaitu majas menggunakan gaya bahasa yang membandingkan dua objek yang berbeda tetapi dianggap sama dengan diberikan kata sambung bagaikan, bak, ataupun dan seperti.

Baca Juga  Enzim: Pengertian, Sifat, Cara Kerja dan Komponennya

Contohnya : ani sudah lama tidak terlihat bagaikan ditelan bumi

  • Majas Eufemisme

Majas eufemisme yaitu majas menggunakan gaya bahasa yang dipakai untuk menggantikan kata-kata yang dianggap kurang baik dengan kata-kata yang lebih halus.

Contohnya : setiap perusahaan sekarang diharuskan menerima difabel (difabel artinya orang cacat)

  • Majas Simile

Majas simile yaitu majas menggunakan gaya bahasa yang menyandingkan sebuah kegiatan dengan ungkapan. Majas ini hampir sama dengan majas asosiasi yang menggunakan kata sambung bagaikan, bak, ataupun dan seperti.

Contohnya : Sikap anak itu bagaikan anak ayam kehilangan induknya.

  • Majas Metonimia

Majas metonimia yaitu majas menggunakan gaya bahasa yang menyandingkan merek atau istilah tertentu untuk merujuk pada benda yang lebih umum.

Contohnya : Ibu menyuruhku membelikan rinso di warung ( rinso merujuk pada deterjen)

  • Majas Alegori

Majas alegori yaitu majas menggunakan gaya bahasa yang menyandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan atau bermakna konotasi.

Contohnya : suami merupakan nakhoda dalam mengarungi kehidupan rumah tangga ( nakhosa artinya pimpinan rumah tangga)

  • Majas Sinekdok

Majas sinekdok yaitu majas menggunakan gaya bahasa yang menunjukkan adanya perwakilan dalam mengungkapkan sesuatu. Majas sinekdok ini terbagi menjadi dua jenis sebagai berikut :

Sinekdok pars pro toto yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur dengan tujuan mewakili keseluruhan sebuah benda. Contohnya : sampai bel berbunyi, batang hidung ani belum juga kelihatan.

Sinekdok totem pro parte yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang keseluruhan bagian mewakili sebagian benda atau situasi. Contohnya : Indonesia berhasil menjadi juara sepak bola do Malaysia.

  • Majas Simbolik

Majas simbolik yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang membandingkan manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya dengan ungkapan.

Contohnya : shely adalah kembang desa di kampung ini.

 

  1. Majas Pertentangan

Majas pertentangan yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa dengan kata-kata kiasan yang bertentangan dengan maksud asli penulis. Majas pertentangan terdiri dari tujuh jenis sebagai berikut :

  • Majas Paradoks yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang membandingkan ungkapan situasi asli dengan situasi yang berkebalikannya.
Baca Juga  ZAKAT – Pengertian, Hukum dan Benda yang wajib dizakati

Contohnya : selamat datang di gubuk kami yang reot ini ( gubuk artinya rumah).

  • Majas Litotes yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang ungkapannya untuk merendahkan diri, walaupun kenyataan yang sebenarnya tidak seperti yang dikatakan.

Contohnya : pada hari sabtu kemaren, teman kantor kami mengunjungi gubuk kami.

  • Majas Antitesis

Majas antithesis yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang memadukan pasangan kata yang artinya bertentangan.

Contohnya : Film ini disukai oleh tua muda.

  • Majas Kontradiksi Interminis

Majas kontradiksi interminis yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa ungkapan yang menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya dan di ikuti dengan konjungsi kecuali atau hanya saja.

Contohnya : Bunga –bunga mawar itu cantik, kecuali yang layu itu terlihat buruk.

 

  1. Majas Sindiran

Majas Sindiran yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang tujuannya untuk menyindir seseorang atau prilaku dan kondisi tertentu. Majas ini terbagi menjadi tiga jenis sebagai berikut :

  • Majas Sinisme

Majas sinisme yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang menyampaikan sindiran secara langsung.

Contohnya : malas sekali kamu membersihkan kamarmu seperti kapal pecah.

  • Majas Ironi

Majas ironi yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa dengan menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada dengan tujuan menyindir.

Contohnya : rapi sekali kamarmu sampai tidak ada lagi tempat untuk bisa duduk.

  • Majas Sarkasme

Majas sarkasme yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa dengan menyampaikan sindiran secara langsung dan bersifat kasar  serta cenderung seperti hujatan.

Contohnya : laki-laki itu merupakan sampah masyarakat, tidak seharusnya dia hidup di kampung ini.

 

  1. Majas Penegasan

Majas Penegasan yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang bertujuan untuk meningkatkan pengaruh kepada pembaca supaya menyetujui unjaran atau kejadian. Majas ini terdiri dari tujuh jenis sebagai beriku :

  • Majas Repetisi

Majas repitisi yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa dengan mengulang kata-kata dalam sebuah kalimat.

Contohnya : Santi sangat pintar, Santi sangat baik, Santi adalah sahabatku.

  • Majas Pleonasme

Majas pleonasme yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa dengan menggunakan kata-kata yang maknanya sama dan untuk menegaskan sesuatu.

Baca Juga  Mandi Wajib - Pengertian, Niat, Tata Cara, Sunnah dan Penyebabnya

Contohnya : Aku dan temanku masuk ke dalam gedung bioskop dan Dia dipanggil untuk maju ke depan.

  • Majas Retorika

Majas retorika yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa untuk memberikan penegasan berupa Tanya yang tidak perlu dijawab.

Contohnya : sejak kapan aku memintamu untuk mencintaiku ?

  • Majas Klimaks

Majas klimaks yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa dengan mengurutkan sesuatu dari tingkatan rendah ke tingkat tinggi.

Contohnya : bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua seharusnya memiliki asuransi kesehatan.

  • Majas Anti Klimaks

Majas anti klimaks yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang berkebalikan dengan klimaks dengan mengurutkan dari tingkatan tinggi ke tingkat rendah.

Contohnya : tua, muda dan anak-anak mempunyai hak yang sama di dalam negara.

  • Majas Tautologi

Majas tautologi yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa dengan menggunakan kata-kata yang mempunyai sinonim untuk menegaskan sebuah kondisi tertentu,

Contohnya : Hidup akan terasa bahagia, aman dan damai jika semua anggota keluarga saling menyayangi.

  • Majas Paralelisme

Majas paralelisme yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa yang terdapat dalam puisi dengan mengulang-ulang kata dalam berbagai definisi yang berbeda. Dimana jika pengulangan di awal biasa disebut anaphora dan jika pengulangan di akhir biasa disebut epifora.

Contohnya : kasih itu tidak menyakiti, kasih itu suci dan kasih itu abadi.

 

Demikianlah pembahasan tentang pengertian majas, jenis majas dan contohnya. Semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua. Salam manis dari penulis.

Artikel Lainnya :