Jaringan Ikat – Pengertian, Ciri – Ciri, Jenis, Fungsi, dan Gambarnya

Posted on

Jaringan Ikat

4WinMobile.com – Jaringan ikat secara umum memiliki banyak sekali fungsi yang sangat penting bagi makhluk hidup terutama bagi manusia. Menurut sifat matriksnya, secara umum jaringan ikat terbagi menjadi tiga jenis: jaringan ikat sesungguhnya, jaringan ikat penunjang (jaringan skeletal), jaringan ikat cairan.

Mau tahu ulasan lengkapnya? Jangan skip pembahasan kali ini :

 

Pengertian Jaringan Ikat

Jaringan ikat merupakan sebuah jaringan yang bisa ditemukan pada makluk hidup, mulai dari hewan dan manusia. Fungsi dari jaringan ini tentu saja adalah untuk mengikat bagian jaringan lainnya.

Jaringan ikat bertugas untuk menghubungkan atau mengikat sel-sel jaringan yang lain dalam tubuh serta memberikan rigiditas dan penunjang.

Jaringan ikat tersusun dari serat yaitu sel-sel dan sejumlah struktur padat. Sel-sel hidup itu tertanam pada matriks antar sel yang mati (matriks ekstraselular) dan tersusun melebar. Matriks tersebut biasanya berupa cairan, benda kenal, seperti agar dan padatan.

 

Ciri-ciri Jaringan Ikat

Jaringan ikat sendiri tentunya berbeda dengan jaringan lain, karena jaringan ikat memiliki ciri-ciri seperti berikut ini :

1.) Letaknya tidak berdekatan jika hanya terhubung di ujung protoplasmanya.

2.) Mempunyai komponen intraseluler atau matriks.

3.) Memiliki bentuk sel yang tersebar tidak beraturan.

4.) Sitoplasmanya bergranula.

5.) Inti sel menggelembung.

 

Struktur Jaringan Ikat

Simak gambar di bawah ini, pada gambar ini kalian akan melihat struktur jaringan ikat :

Jaringan ikat terdiri atas beberapa struktur, berikut penjelasannya :

Matriks

Matriks merupakan dasar jaringan ikat yang digunakan untuk meletakkan pada tubuh dan tersusun atas bahan dasar cairan ekstrakurikuler. Di dalam matriks juga bisa ditemykan beberapa serat dan bahan, yakni :

1.) Serat Kolagen

Karena terbuat dari serat kolagen maka sifat dari matriks tidak elastic dan sangat kuat namun mudah robek jika ditarik terlalu panjang. Fungsi serat ini adalah sebagai penghubung tulang dengan otot yang ada di tendon.

Matriks ini juga bisa ditemukan di kulit serta terdiri dari susunan utama yakni kolagen protein sekitar 25% dari seluruh protein yang ada di tubuh.

 

2.) Serat Elastis

Serat ini sangat lentur dengan untaian panjang berwarna kuning dan bisa ditemukan di pembuluh darah, ligament dan tulang rawan yang ada di laring. Serat elastis tersusun atas elastin mukopolisakarida serta protein yang dikelilingi oleh glikoprotein.

Baca Juga  Struktur Ginjal

 

3.) Serat Retikuler

Serang ini memiliki cabang dan sangat rentan dan mudah rusak bahkan sobek karena strukturnya yang tipis dan memiliki elastisitas rendah, serat ini juga tersusun dari kolagen dan serabut kolagen.

 

4.) Bahan Dasar

Bahan dasar dari matriks sendiri adalah asam hialuronat dan juga Mukopolosakarida sulfat, kedua senyawa ini memiliki sifat yang juga leastis dan lentur. Fungsinya adalah untuk mengikat air, meredam benturan dan menjadi pelumas.

 

Sel–sel Pendiri Jaringan Ikat

Jaringan ikat sendiri terdiri dari beberapa sel penyusun, di antaranya adalah :

1.) Fibroblas : berfungsi untuk mensekresikan protein.

2.) Makrofag : berfungsi untuk menjadi pinositosis yang meminum partikel kecil berupa zat buangan cairan dan sebagai fagositosis yang memakan sel mati serta bakteri.

3.) Sel Tiang : berfungsi untuk menghasilkan heparin yang dapat mencegah pembekuan darah dan histamine yang dapat meningkatkan permaebilitas kapiler darah.

4.) Sel Lemak : berfungsi untuk menyimpan lemak dan membentuk jaringan lemak atau adipose.

5.) Sel Plasma : berfungsi untuk melawan pathogen yang jahat.

 

Jenis-jenis Jaringan Ikat

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika jaringan ikat terbagi dalam tiga jenis, berikut ini penjelasan lengkapnya :

1.) Jaringan Ikat Sesungguhnya atau Sejati

Jenis jaringan ikat yang pertama disebut dengan jaringan ikat sesungguhnya atau jaringan ikat sejati. Jaringan ikat ini pun tersusun atas beberapa jaringan yakni  :

Jaringan Ikat Longgar

Matriks mengandung serat kolagen, rutikuler, dan elastin. Sehingga bersifat elastis. Letaknya di selaput perut, pembungkus pembuluh darah, dan lapisan subkutan kulit.

Jaringan ikat longgar berfungsi untuk :

– Membungkus organ tubuh.

– Menghubungkan bagian-bagian dengan jaringan lainnya.

 

Jaringan ikat longgar sendiri terdiri dari dua jenis jaringan, yakni ikat Areolar dan jaringan ikat Adiposa, berikut ini penjelasannya.

1.) Jaringan Ikat Areolar

Jaringan ikat areolar sendiri merupakan sebuah jaringan ikat dengan penyebaran terluas yang ada di dalam tubuh. Di dalam matriksnya, terdapat sel berbentuk tidak beraturan dan dua jenis serat yaitu serat putih (tersusun dari kolagen) dan serat kuning (tersusun dari elastin).

Baca Juga  Daur Hidup Katak

Sel dan serat tersebar dalam matriks, saling bersebrangan satu sama lain. Jaringan ini berfungsi mengikat kulit dengan bagian bawahnya.

2.) Jaringan Ikat Adiposa

Sama seperti jaringan ikat areolar, jaringan ikat adiposa juga memiliki sel dan dua jenis serat yaitu serat putih dan serat kuning. Sel tersusun dari vakuola besar terisi lemak yang dikelilingi sitoplasma dalam jumlah kecil yang berisi nukleus di pinggir.

Jaringan ini terdapat di bawah kulit, sekitar organ internal, dan sumsum tulang kuning. Fungsinya bertindak sebagai pengisi jaringan, menyimpan lemak, dan menjaga suhu tubuh tetap hangat.

 

Jaringan Ikat Padat

Jaringan ikat padat merupakan jaringan penyusun pada jaringan ikat sesungguhnya atau sejati. Jaringan ini terdiri dari matriks yang tersusun atas serat kolagen.

Terletak di katup jantung, kapsul persendian, fasia, tendon, ligamen. Fungsi jaringan ikat padat adalah digunakan untuk menghubungkan berbagai organ tubuh. Jaringan ikat padat terdiri dari tendon dan ligamen.

Tendon tersusun dari serat putih. Tendon menghubungkan otot dengan tulang. Sifatnya kokoh dan tidak elastis

Ligamen tersusun dari serat kuning. Ligamen menghubungkan satu tulang dengan tulang lainnya. Sifatnva kuat tetapi elastis.

 

 

2.) Jaringan Ikat Penunjang Atau Penyokong

Jaringan ikat penyokong merupakan sebuah jaringan ikat yang memiliki peran di dalam membentuk serta menyokong tubuh. Jaringan tersebut terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. Jaringan ikat penunjang atau penyokong merupakan jenis jaringan ikat yang berikutnya akan kita perkenalkan.

Jaringan tulang rawan (kartilago), bersifat lentur (elastis). Tulang rawan dibentuk oleh kondrosit yaitu sel-sel tulang rawan. Kondrosit terdapat di dalam matriks yang disebut lakuma.

Tulang rawan terletak pada ujung hidung, daun telinga, cincin pipa udara (trakea), ujung tulang panjang, dan ujung bawah tulang rusuk.

Jenis-jenis kartilago :

Kartilago sendiri terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah :

  1. Kartilago hialin
  2. Kartilago elastin
  3. Kartilago fibrosa

 

Jaringan tulang sejati (osteon), bersifat kuat, kaku dan merupakan jaringan ikat yang paling kuat. Matriks tulang dipenuhi dengan fosfat, kalsium karbonat, dan magnesium. Terdapat pembuluh darah dan saraf pada tulang, sel-sel tulang tersebut disebut osteosit. Osteosit terdapat lingkaran-lingkaran konsentris yang disebut lamela.

Masing-masing ostesit dikelilingi oleh suatu ruangan (lakuna). Antara satu lamela dengan lamela lain dihubungkan oleh kanalikuli. Pada bagian luar dikelilingi oleh jaringan ikat periosteum.

Baca Juga  Jaringan Hewan - Pengertian, Jenis, Fungsi dan Gambar Contoh

Jenis tulang sejati: tulang kompak dan tulang spons.

 

 

3.) Jaringan Ikat Cairan Atau Penghubung

Jenis yang ketiga adalah jaringan ikat cairan atau penghubung, jaringan ini terdiri dari darah dan juga limfa. Jaringan darah berperan dalam proses transportasi dan sistem kekbalan tubuh. Darah terdiri atas sel dan matriks tanpa sekat.

Darah terletak pada sistem tabung tertutup (arteri, vena, dan kapiler) dan disikulasikan dalam tubuh oleh jantung yang bertindak seperti pompa. Darah terdiri atas cairan kekuningan (plasma darah), sel darah merah (eritrosit) dan keping darah (trombosit).

 

Fungsi Darah

Darah sendiri memiliki banyak fungsi bagi makhluk hidup, baik hewan dan manusia. Berikut ini adalah fungsi darah yang sesungguhnya :

1.) Mengatur oksigen dan karbondioksida.

2.) Mengangkut sari-sari makanan.

3.) Mengangkut hormon dan sisa metabolisme.

4.) Alat pertahanan tubuh.

 

Limfa, terdiri atas limfosit dan makrofag. Limfa merupakan cairan yang mengelilingi sel tubuh. Terletak pada organ timus, nodus limfa, dan tonsil.

Fungsi Limfa

Sementara itu, limfa memiliki fungsi seperti berikut ini :

1.) Mengedarkan asam lemak dan gliserol.

2.) Alat pertahanan tubuh.

3.) Membantu pertukaran zat antara darah dan cairan jaringan.

 

 

Fungsi Jaringan Ikat Secara Umum

Setelah membahas mengenai jaringan ikat, kalian juga pastinya ingin tahu apa saja fungsi jaringan ikat ini. Berikut adalah fungsinya :

1.) Melindungi organ.

2.) Mengikat dan menunjang jaringan lain.

3.) Menyimpan energi.

4.) Mengisi rongga di antara organ.

5.) Memngangkut oksigen dan makanan menuju jaringan lain.

6.) Menyusun sistem peredaran darah.

7.) Mengangkut sisa metabolisme.

8.) Menghasilkan kekebalantubuh.

 

Demikian pembahasan kali ini mengenai jaringan ikat, semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada pembahasan berikutnya.

 

Artikel Lainnya :