Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Untuk Wanita yang Belum Menikah Dalam Islam

Posted on

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Untuk Wanita yang Belum Menikah Dalam Islam

Sebenarnya terdapat beberapa hal yang sangat sederhana dalam Islam dan banyak umat muslim yang mengetahui hal ini, akan tetapi masih malu untuk menanyakan mengenai mencukur bulu kemaluan. Termasuk sunnah fitrah dalam mencukur bulu sekitar kemaluan. Dalam Islam juga menentukan (boleh) dibiarkan selama 40 hari.

Dengan teraturnya mencukur bulu kemaluan dalam ajaran agama Islam, tentunya mempunyai berbagai macam alasan serta banyaknya manfaat terutama yang berkaitan dengan kebersihan serta kesehatan.

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam

Dari berbagai macam hadits pun mengatakan bahwa mencukur bulu kemaluan termasuk kesunnahan, kemudian para ulama sepakat apabila hukum dalam mencukur bulu kemaluan dianjurkan atau disebut dengan sunnah.

Namun, ada juga perbedan pendapat mengenai mencabut atau mencukur bulu kemaluan tersebut. Dalam Madzhab Hanafiyah mengatakan bahwa mencabut merupakan sunnahnya. Namun berbeda dengan madzhab Maliki, beliau mengungkapkan sebaliknya bahwa sunnahnya bukan dalam mencabut akan tetapi mencukur.

Berbeda juga dengan pendapat madzhab syafi’i, beliau juga memiliki pandangan yang berbeda yaitu membedakan muslim perempuan yang masih single (belum menikah) dengan perempuan yang sudah lanjut usia. Sangat di anjurkan atau disunnahkan untuk mencabut bulu kemaluannya bagi para kaum wanita muslim yang masih muda. Akan tetapi, disunnahkan untuk mencukurnya saja bagi wanita yang telah lanjut usia.

Baca Juga  Contoh Surat Kuasa Khusus

Berbeda lagi dengan Imam Ahmad atau madzhab Hambali berpendapat apabila sunnahnya yaitu mencukur dan Lembaga Kajian Fatwa Arab menyetujui pendapat terakhir ini. Lembaga itu mengungkapkan bahwa beberapa manfaat dari sunnah mencukur bulu kemaluan yaitu untuk meningkatkan pembuluh darah saat berjima, menjaga kebersihan di sekitar alat vital dan juga agar terhindar dari penyakit karena bakteri yang tumbuh serta berkembang biak diantara bulu kemaluan tersebut.

Waktu Sunnah Mencukur Bulu Kemaluan

Tidak lebih dari 40 hari untuk waktu ketika mencukur bulu kemaluan, apabila dilakukan dengan teratur, hal tersebut merupakan sunnah. Ini sesuai dengan standar pesan (atsar) yang diceritakan oleh sahabat yang bernama Anas bin Malik bahwa “kita diberi waktu untuk memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak serta mencukur bulu kemaluannya agar supaya tidak dibiarkan lebih dari 40 (empat puluh) malam”.

Tata Cara Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam

Tatacara dalam mencukur bulu kemaluan yaitu bisa dimulai dengan bulu bagian kanan atas, kemudian diteruskan menyamping ke kiri. Kalian pun boleh untuk melakukannya dari arah mana saja bergantung pada situasi, apabila kalian tengah mengalami kesulitan dalam mencukurnya. Hal terpenting dan yang paling utama yaitu dengan berdoa terlebih dahulu agar saat kalian sedang mencukur bulu kemaluan, jin tidak mengintipnya.

Tidak ada doa yang secara khusus dianjurkan dalam mencukur bulu kemaluan, apabila ada yang bertanya tentang doanya, jadi kalian juga bisa melakukannya apabila tidak ingin mengawalinya dengan doa. Akan tetapi, hal ini dapat dijadikan waktu bagi jin untuk mengintip saat seorang sedang membuka auratnya, maka disunnahkan untuk membaca doa masuk kamar mandi atau basmalah.

Hikmah dan Manfaat Mencukur Rambut Kemaluan

  1. Dalam mencukur rambut kemaluan merupakan syariat islam dan juga mendapatkan pahala. Ada seorang muslim yang mencukur rambut kemaluannya, artinya ia sudah menjalankan anjuran dan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Untuk seorang yang taat dan menjalankan perintah ia berhak untuk mendapatkan pahala.
  2. Kebersihan dalam badan membuat lebih sempurna jika dengan mencukur rambut kemaluan. Dan hal pun dapat mengurangi bau badan yang berlebihan.
Baca Juga  Riba – Pengertian, Macam, dalil dan Hukumnya

 

Apakah Suami diperbolehkan Mencukur Bulu Kemaluan Istri ?

Masing banyak beberapa pasangan suami istri dalam umat islam yang masih belum mengetahui apakah ada larangan didalam tindakan mencukur bulu kemaluan sang istri atau sebaliknya. Yang jelas banyak hal yang terjadi disaat sang suami ataupun sang istri saling membantu untuk mencukur bulu kemaluan, untuk masalah ini terdapat dua pendapat ulama yaitu Makruh dan Mubah, masing- masing pendapat ini memiliki dalil dan hadits nya

Mubah

Makruh

 

Tata Cara Mencukur Bulu Kemaluan Sendiri

Lebih baik kita mencukur bulu kemaluan kita sendiri tanpa dibantu suami atau istri kita, lebih baik kita menjaga hal-hal yang sifatnya meragukan hati dikarenakan ketidak tauan kita terhadap hal yang tidak umu dilakukan orang banyak didalam ajaran islam. Berikut ini kami jelaskan tata cara mencukur bulu kemaluan kita sendiri :

  • Siapkan Peralatan Gunting dan Silet
  • Lakukan Pencukuran dengan Beberapa Tahapan
  • Berendam Dengan Air Hangat Sebelum Proses Mencukur
  • Gunakan Sabun disaat proses mencukur
  • Jangan Mencabut Bulu Kemaluan walau sehelai
  • Cukurlah bulu kemaluan dengan satu arah saja
  • Pakailah Kaca yang berukuran besar agar mudah dalam prose mencukur
  • Pakai juga Pelembab untuk menjaga iritasi kulit setelah dicukur

 

Itulah beberapa informasi tentang hukum mencukur bulu kemaluan untuk wanita yang belum menikah dalam islam yang dapat Anda ketahui. Semoga bisa diterapkan dengan sebaik mungkin dan juga bermanfaat, terimakasih.

Referensi:
dalamislam.com
bimbinganislam.com

Artikel Lainnya :

ZAKAT – Pengertian, Hukum dan Benda yang wajib dizakati

Riba – Pengertian, Macam, dalil dan Hukumnya

Mandi Wajib – Pengertian, Niat, Tata Cara, Sunnah dan Penyebabnya