Hukum Archimedes – Pengertian, Bunyi, Penerapan dan Contoh Soalnya

Posted on

Hukum Archimedes – Pengertian, Bunyi, Penerapan dan Contoh Soalnya

Apakah Anda pernah merasakan saat mengambil batu di dasar sungai ketika atau laut terasa lebih ringan saat Anda masih di dalam air. Namun, saat sudah terangkat Anda merasakan bahwa batu itu terasa lebih berat daripada ketika Anda mengambil batu itu saat masih di dalam air.

Berat batu-batu itu sebenarnya tidak berubah. Akan tetapi mengalami suatu peristiwa yang disebabkan oleh hubungan antara massa dan air yang disebut gaya tekan ke atas. Apa yang membuat Anda merasa jika batu terasa lebih ringan ketika masih di dalam air dan lebih berat ketika berada di atas air. Peristiwa ini dijelaskan oleh salah satu ahli matematikawan Yunani, bernama Archimedes.

Pengertian Hukum Archimedes

Hukum Archimedes adalah hukum yang berkaitan dengan prinsip pengapungan di atas zat cair. Jika objek (benda) sebagian atau seluruhnya terendam dalam zat cair, maka zat cair memberikan gaya ke atas (gaya apung) pada objek, yang mana gaya ke atas tersebut sama dengan berat zat cair yang dipindahkan (Halliday, 1987). Dalam suatu prinsip Archimedes, benda akan mengapung dalam zat cair apabila massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis zat cair (Jewwet, 2009).

Hukum Archimedes merupakan hukum tentang prinsip pengapungan atau mengambang di atas benda cair. Hukum ini ditemukan oleh seorang peneliti bernama Archimedes. Dia adalah seorang astronom, ahli fisika, ahli matematika, dan juga seorang insinyur Yunani.

Bunyi Hukum Archimedes

Dengan konsep yang disampaikan oleh Archimedes. Jadi Archimedes memberikan catatan singkat yang dikenal sebagai Bunyi Hukum Archimedes. Dalam catatan ini, menurut Archimedes:

Baca Juga  Momen Inersia - Pengertian, Penerapan, Rumus dan Contoh Soalnya

“Subjek atau benda yang dicelupkan ke dalam air atau zat cair lainnya, baik itu hanya sebagian atau seluruhnya akan mengalami gaya ke atas yang sama dengan berat zat cair yang dipindahkan.”

Ataupun “Apabila benda direndam/dicelupkan ke dalam zat cair, maka objek atau benda tersebut akan menerima gaya yang dikenal sebagai gaya apung (gaya ke atas) sebanyak berat fluida (zat cair) yang di pindahkannya.”

Berdasarkan hukum Archimedes di atas, kita tahu bahwa cairan seperti air atau cairan lain memiliki tekanan ke atas atau disebut gaya apung.

Dimana gaya apung tersebut membuat perbedaan yang tercelup dalam air, massanya terasa lebih ringan daripada mengangkat di udara. Ini karena gaya tekan ke atas atau gaya apung yang timbul oleh zat cair menekan massa benda ke atas.

Dengan demikian, maka hubungan antara gaya tekan ke atas (Fa) dan juga massa benda (W) berada pada arah yang berlawanan dan menyebabkan berat semu dari massa benda yang tercelup ke dalam zat cair.

Penerapan Hukum Archimedes

Berikut adalah beberapa penerapan hukum archimedes yang dapat Anda ketahui dalam kehidupan sehari-hari, antara lain yaitu :

Kapal Selam

Kapal selam bisa mengapung ataupun menyelam karena adanya sebuah tangki. Apabila kapal selam itu di darat, maka tangki itu akan terisi dengan udara sehingga kapal bisa mengapung. Lalu, saat kapal selam ditempatkan di dalam air, maka tangki di isi dengan air untuk memungkinkan kapal dapat menyelam.

Hidrometer

Penerapan hukum archimedes pun berlaku untuk mengukur massa zat cair dengan hidrometer. Hidrometer memiliki bentuk tabung yang mempunyai pemberat dan ruang udara, sehingga mereka dapat terapung dengan stabil dan juga tegak.

Baca Juga  Energi : Pengertian, Jenis, Sifat, Rumus dan Contoh Terlengkap

Jembatan Poton

Jembatan terbuat dari kumpulan berbagai drum kosong mengambang atau mengapung diatas air, di atur serta disusun menyerupai jembatan disebut dengan jembatan poton atau bisa juga disebut jembatan terapung.

Agar bisa mengapung, maka drum yang digunakan sebagai jembatan poton harus tertutup rapat dan juga kosong untuk mencegah udara masuk ke dalam drum serta air tidak masuk ke dalam drum tersebut.

Balon Udara

Selain penerapan hukum archimedes benda jenis cair, ada juga benda jenis gas. Balon udara harus di isi gas yang mempunyai masa jenis lebih kecil daripada udara atmosfer untuk menerbangkan balon udara tersebut. Karena mendapatkan kekuatan ke atas, maka balon udara bisa melayang. Salah satu contohnya adalah balon udara yang di isi menggunakan udara yang di panaskan, karena udara yang di panaskan memiliki kerenggangan lebih besar daripada udara biasa.

Contoh Soal Hukum Archimedes

Massa balok adalah 2 kg di udara. Untuk volume balok 2.000 Cm3, tentukan berat balok dalam air yang memiliki massa jenis 1000 kg/m3…?

Penyelesaian

dikenal:

m = 2 kg

V = 2000 cm3 = 0,002 m3

ρ = 1000 kg/m3

pertanyaan:
W’…?

menjawab:
w ‘= w – Fa
w ‘= m. g – ρ. g. V
w ‘= 2. 10 – 1000. 10 0,002
w ‘= 10 N

Artinya, berat blok dalam air adalah 10 N.

Itulah beberapa informasi tentang hukum archimedes yang dapat Anda ketahui. Semoga artikel yang kami bagikan ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan ilmu pengetahuan Anda.

Artikel Lainnya :